HIPERTENSI, yang biasa kita kenal dengan darah tinggi
Termasuk penyakit yang cukup berbahaya lhoo..hingga mendapatkan julukan "The Silent Killer", Hipertensi atau yang biasa dikenal dengan darah tinggi sangat perlu mendapatkan perhatian dari setiap individu. Hal ini dikarenakan hipertensi dapat menyerang setiap orang tanpa adanya tanda yang muncul pada tubuh.
Secara pengertian, Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg.
Penyebab Hipertensi
Penyebab hipertensi bisa bermacam-macam, bisa juga tidak diketahui. Berdasarkan penyebabnya, hipertensi bisa dibedakan menjadi hipertensi primer dan sekunder.
Hipertensi primer adalah jenis darah tinggi yang penyebabnya tidak diketahui dengan pasti, dan biasanya berkembang perlahan dalam waktu bertahun-tahun. Hipertensi primer merupakan jenis darah tinggi yang paling sering ditemukan.
Sementara itu, hipertensi sekunder adalah jenis tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh berbagai kondisi atau penyakit lain, dan bisa terjadi secara mendadak, termasuk pada anak-anak.
Kondisi atau penyakit yang bisa menyebabkan hipertensi sekunder antara lain:
- Penyakit ginjal
- Hipertiroidisme
- Penyakit jantung bawaan
- Kelainan bawaan pada pembuluh darah
- Penyalahgunaan NAPZA
- Penggunaan obat-obat tertentu, seperti dekongestan, pil KB, atau kortikosteroid
- Sleep apnea
- kecanduan alkohol
Hipertensi juga bisa dipicu oleh emosi. Contoh yang paling sering ditemukan adalah white coat hypertension, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh rasa takut atau cemas saat menjalani tes kesehatan. Hipertensi ini hanya terjadi saat pemeriksaan di klinik atau rumah sakit oleh dokter, perawat, atau tenaga kesehatan, dan akan kembali normal ketika pasien di rumah.
Faktor Risiko Hipertensi
Beberapa faktor di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi:
- Berusia di atas 65 tahun
- Jarang berolahraga atau jarang melakukan aktivitas fisik
- Sedang hamil
- Memiliki keluarga yang juga menderita tekanan darah tinggi
- Menderita obesitas, sleep apnea, diabetes, atau penyakit ginjal
- Sering mengonsumsi makanan tinggi garam dalam jumlah banyak
- Merokok
- Sering minum alkohol
Gejala Hipertensi.
Meskipun pada umumnya penderita hipertensi tidak menunjukkan gejala atau keluhan tertentu, namun terdapat keluhan tidak spesifik yang bisa dirasakan oleh penderita hipertensi, diantaranya adalah:
1. Sakit kepala dan pusing
2. Jantung berdebar-debar
3. Rasa sakit di dada
4. Gelisah
5. Penglihatan kabur
6. Mudah lelah
7. Mimisan
8. Nyeri dada
9. Telinga berdegung
Tips Mengontrol Hipertensi.
Apabila seseorang telah mengalami berbagai gejala hipertensi di atas, penting bagi penderita untuk mengontrol hipertensi dengan berbagai hal, seperti berikut ini:
1. Mengetahui tekanan darah kita (tekanan darah normal berada pada 120/80 mmHg)
2. Minum obat teratur dan sesuai anjuran dokter
3. Berhati-hati menggunakan obat bebas
4. Melakukan kontrol tekanan darah secara teratur.
Dengan menjalankan beberapa tips mengontrol hipertensi diatas, diharapkan kita dapat mengetahui sedini mungkin kondisi tekanan darah dalam tubuh kita, sehingga proses penanganan dan pengobatan dapat segera dilakukan sebelum menimbulkan komplikasi.
Tetap terapkan perilaku hidup sehat dengan mengkonsumsi makan makanan yang bergizi, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit perhari, dan mencukupi kebutuhan tidur.


